Dasar ketahanan dan kebaikan sering kali dimulai dari rumah, di mana dinamika keluarga membentuk pemahaman anak tentang empati , dukungan, dan ketekunan. Orang tua dan wali memainkan peran penting dalam memberikan teladan perilaku yang mendorong anak-anak untuk menghadapi tantangan hidup sambil tetap berbelas kasih terhadap orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari—bercakap-cakap saat makan malam, menangani tanggung jawab rumah tangga, atau bahkan menghadapi kesulitan bersama—anak-anak belajar pentingnya ketahanan.
Perhatikan kisah Mia muda, yang menghadapi tantangan ketika ayahnya kehilangan pekerjaan. Daripada roboh karena beban unYang pasti, keluarga Mia bersatu, bertukar pikiran tentang cara menghemat biaya sekaligus menemukan cara kreatif untuk saling menyemangati. Mereka mengubah situasi yang menantang menjadi peluang untuk mempersatukan, mengajarkan Mia bahwa kemunduran dapat dihadapi dengan kekuatan dan persatuan. Melalui pengalaman ini, dia tidak hanya mengembangkan ketahanan tetapi juga belajar nilai kebaikan, saat dia mengambil inisiatif untuk menjadi sukarelawan di bank makanan setempat, terinspirasi oleh komitmen keluarganya untuk membantu orang lain selama masa-masa sulit.
Selain itu, keluarga yang mengutamakan komunikasi terbuka akan menumbuhkan lingkungan di mana anak merasa aman dalam mengungkapkan perasaan dan kekhawatirannya. Sistem pendukung ini memungkinkan anak-anak memproses pengalaman, mempelajari keterampilan memecahkan masalah, dan memahami pentingnya kebaikan dalam mengatasi kesulitan. Ketika anak-anak menyaksikan orang tua mereka menunjukkan empati—baik dengan membantu tetangga atau sekadar mendengarkan teman yang membutuhkan—mereka menginternalisasi tindakan tersebut sebagai bagian integral dari identitas mereka sendiri.
Intinya, unit keluarga berfungsi sebagai tempat tumbuhnya ketahanan dan kebaikan, di mana anak-anak tidak hanya mempelajari keterampilan hidup yang berharga namun juga memahami dampak mendalam dari tindakan mereka terhadap orang lain. Seiring pertumbuhan mereka, pembelajaran ini akan tertanam dalam karakter mereka, membekali mereka dengan kekuatan untuk menghadapi tantangan dan kasih sayang untuk menyemangati orang-orang di sekitar mereka. Red/Elias/.
Penulis : Elias Yahya
Sumber gambar : pixabay

0 Komentar